Seorang Pria menghampiri Sultan Mahmud Sabuktakin dan berkata padanya, “Sudah lama sekali aku ingin melihat Rasulullah Saaw dalam mimpiku dan menuangkan segala dukaku padanya. Keinginanku terkabul dan aku melihat Rasulullah Saaw dalam mimpiku tadi malam. Kemudia aku berkata pada Rasulullah Saaw, “Ya Rasulullah. I memiliki pinjaman 1000 dinar dimana aku tak mampu untuk melunasinya. Aku takut jika aku mati dengan beban hutang ini dalam pundakku.” Rasulullah Saaw berkata, “Pergilah ke Mahmud Sabuktakin dan mintalah darinya.” Aku menjawab, “Barangkali saja dia tidak mempercayaiku. Kemudia aku meminta tanda dari Rasulullah Saaw, “Katakan padanya bahwa tandanya adalah dia mempersembahkan 30.000 shalawat padaku awal pagi dan 30.000 shalawat di awal petang.”. Ketika Sultan Mahmud mendengar mimpinya, dia menangis dan ia membenarkan kisahnya. Sultan Mahmud kemudia melunasi hutangnya dan memberika tambhan 1000 dinar pada lelaki tersebut. Pejabat istana keheranan dan betanya pada Sultan, “bagaimana Engkau membenarkan kisahnya? Kami selalu bersamamu dan kami tidak menyadari bahwa Engkau bershalawat. MEskpiun seseorang menyibukkan dirinya untuk bershalawat pagi dan petang, ia pun masih tidak mampu untuk menyelasaikan 60.000 pada saat tersebut.”
Sultan menjawab, “Aku telah mendengar dari seorang ulama yang shaleh, barangsiapa yang mengucapkan shalawat ini satu kali, maka seolah-olah dia telah bershalawat sebanyak 10.000 kali. Lalu aku pun bershalawat tiga kali di awal pagi dan 3 kali diawal petang. Oleh karena itu, berita yang dibawa olehnya dari Rasulullah adalah benar. Dan air mataku ini adalah air mata kebahagiaan.”
Shalawatnya adalah:
اللهّم صلّ علی سیدنا و نبینا محمدٍ و آله، ما اختَلَفَ المَلَوان و تَعاقَبَ العَصَران و کرّالجَدیدان و استَقبَلَ الفَرقَدان و بلّغْ روحَه و ارواحَ اهلِ بیته منّي التّحیّةَ و السلاَم
“Ya Allah, sampaikanlah shalawat pada Rasulullah saaw dan keluarganya as. sepanjang kepergian siang dan malam, sepanjang pagi dan petang silih berganti, sepanjang siang yang mengikuti malam, dan mendekatnya kedua bintang Ursa Minor, dan sampaikanlah salam dan hormatku pada ruhnya dan ruh keluarganya.”
NB: Sabuktakin adalah ayah dari Sultan Mahmud Ghaznawi. Ghaznawi merupakan daulat yang berdiri di Khorasan, Iran, pada tahun 366 – 582 Hijri Qamari pada masa dinasti Abbasiah, yang mana ketika dipimpin oleh Sultan Mahmud, daulat Ghaznawi berada pada masa keemasannya.
Sumber: Mohammad Taqi Moqaddam. Khutoom va Azkare Shafa va Darman, hlm. 82. Mashad. 2002.
